1. Kaum Alawiyin pada rentang sejarah tertentu telah di kagumi karena ketinggian ilmu, serta keluhuran budi. Mereka adalah manusia-manusia yang memiliki nilai perjuangan yang tinggi bagi agama dan bangsa melalui sifat rendah hati dan tidak mencari popularitas.Sekelompok besar muncul sebagai ulama, intelektual, pejuang, ideolog, pembaharu, ilmuan, teknokrat, sufi, dan pemimpin-pemimpin di bidangnya.
  2. Keunggulan Habaib dalam ilmu dan akhlak, dan didukung oleh nasab, menyebabkan mereka sangat dihormati.
  3. Kaum alawiyin merupakan dzuriat Rasulullah yang nasabnya tidak terputus, tercatat dengan baik oleh para leluhur, dan harus diteruskan pencatatatannya secara baik pula.
  4. Sejarah masuknya Islam di dunia Melayu diawali oleh sejarah masuknya Islam ke Aceh, dan merupakan bagian dari sejarah peran Bani Alawi dalam menyebarkan Islam.
  5. Berbagai kondisi yang tidak menguntungkan, seperti perang yang berkepanjangan, telah menyebabkan kaum habib Aceh menyembunyikan identitas diri, karena menjadi target pemusnahan oleh kolonialis. Sebagian besar nasab hilang dan terbakar dalam perang dengan Belanda maupun dalam konflik bersenjata antara GAM dengan RI. Tsunami juga telah menghilangkan dokumen-dokumen penting yang disimpan oleh keluarga alawiyin.
  6. Kondisi Aceh yang tidak kondusif ini menjadi penyebab terganggunya pemeliharaan nasab Alawiyin di Aceh. Disamping hilangnya dokumen-dokumen silsilah, sebagian besar Bani Alawi di Aceh juga kehilangan pengetahuan tentang pemeliharaan nasab.
  7. Sejak terciptanya damai di Aceh, kini telah tumbuh kesadaran baru Habaib di Aceh untuk melakukan penelitian sejarah, pendataan nasab serta pemeliharaannya. Pada saat yang sama juga tumbuh keinginan untuk memperkuat kapasitas diri, intelektual dan spiritual.

Alasan-alasan tersebut melatarbelakangi lahirnya “Asyraf Aceh”.

NAMA ORGANISASI

  • Organisasi ini diberi nama: “ASYRAF ACEH” ASYRAF adalah kata jamak dalam bahasa arab yang berarti “Yang Mulia”, yaitu keturunan Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein. Contoh, jika laki-laki dari keturunan ini disebut Syarif , bagi perempuan disebut Syarifah, dan sebutan umum bagi keduanya adalah ASYRAF.
  • Berdiri Pada: Selasa, 12 Rabi’ul Awwal 1432 H, bertepatan dengan 15 Februari 2011 M.
  • Akte Notaris: No.77/ 18 Maret 2011/Nurdhani, SH